Freediving, Olahraga Yang Bikin Dikta Kena Rumor Pakai Narkoba!

Vokalis kelompok Yovie & Nuno, Pradikta Wicaksono atau Dikta, mengaku tengah menggeluti olahraga freediving. Selain itu ia juga banyak menghabiskan waktu dirumah dengan menonton film hacksaw ridge.  Hal ini menyebabkan tubuhnya menjadi nampak lebih kurus dan kulitnya lebih gelap. Freediving sendiri merupakan olahraga berenang yang dikerjakan tanpa alat bantu pernapasan.

Kebanyakan model olahraga ini dikerjakan di perairan terbuka layaknya laut. Butuh kapabilitas fisik dan fokus yang tinggi dalam jalankan freediving, sehingga olahraga ini tidak sanggup dikerjakan secara serampangan dan kudu latihan Situs Judi Slot Terbaru. Olahraga yang ditekuni Dikta ini ternyata mempunyai lebih dari satu model bersama tingkat ada problem yang berbeda. Ada beberapa model freediving yang kudu diketahui.

Jenis Freediving

Static apnea (STA)

Static apnea (STA), ini merupakan model freediving bersama cara menahan napas selama kemungkinan di dalam air. Dalam STA, penyelam dilatih untuk senantiasa fokus menahan napas di dalam air. Freediving model ini sanggup dikerjakan di kolam renang atau di perairan terbuka, layaknya laut, danau, dan sungai.

Dynamic nomor fins (DNF)

Dynamic nomor fins (DNF) dikerjakan bersama cara berenang tanpa gunakan sirip dalam posisi horizontal dan coba untuk melindungi jarak sejauh kemungkinan di bawah air.

Dynamic with fins (DYN)

Tak jauh tidak sama bersama DNF, dynamic with fins (DYN) termasuk dikerjakan bersama cara berenang dalam posisi horizontal. Namun, penyelam gunakan alat bantu layaknya sirip atau monofin.

Free immersion (FIM), Freediving Tanpa Alat Bantu

Berbeda bersama STA dan DNF-DYN yang sanggup dikerjakan di kolam renang, free immersion (FIM) dikerjakan di perairan terbuka. Dalam freediving model ini, penyelam tidak gunakan alat bantu renang layaknya sirip, tapi gunakan tali untuk sanggup turun dan naik di dalam air.

Constant weight nomor fins (CNF)

Constant weight nomor fins (CNF) disebut bentuk paling murni berasal dari freediving. Pasalnya, penyelam turun dan naik di bawah air tanpa gunakan perlindungan layaknya sirip dan tali. Artinya, penyelam turun dan naik di dalam air gunakan kapabilitas otot sendiri.

Constant weight (CWT)

Serupa CNF, constant weight (CWT) dikerjakan bersama cara turun ke bawah air gunakan kapabilitas otot sendiri. Namun, penyelam diperbolehkan gunakan srip atau monofin sebagai alat bantu.

Variable weight (VWT)

Dalam variable weight (VWT), penyelam turun ke bawah air bersama gunakan beban tambahan. Kemudian mereka lagi ke permukaan bersama kapabilitas ototnya sendiri.

No limits (NLT)

Ini merupakan model freediving yang kemungkinan paling berbahaya. Pasalnya, penyelam gunakan beban tambahan untuk sanggup turun ke bawah air sedalam mungkin. Kemudian mereka lagi ke permukaan bersama gunakan perlindungan alat apung.

Related Post